Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

J. Robert Oppenheimer - Bapak Bom Atom Pendiri Proyek Manhattan

J. Robert Oppenheimer - Teknubie.com

Robert Oppenheimer dikenal sebagai ilmuwan fisika Amerika Serikat yang memimpin pengembangan bom atom pertama di Proyek Manhattan pada Perang Dunia II. Ia adalah figur kontroversial yang sering dikaitkan dengan akibat mengerikan dari penemuan bom atom.

Robert Oppenheimer


Riwayat Hidup Singkat J. Robert Oppenheimer

Julius Robert Oppenheimer lahir di Kota New York, Amerika Serikat pada 22 April 1904. Ia berasal dari keluarga Yahudi keturunan Jerman yang cukup berada.

Oppenheimer menunjukkan bakat istimewa di bidang sains dan matematika sejak usia dini. Ia lulus dari Universitas Harvard pada usia 18 tahun. Oppenheimer kemudian meraih gelar PhD fisika teori di Universitas Gottingen, Jerman.

Setelah bekerja di Universitas California dan Caltech, Oppenheimer diangkat menjadi profesor fisika di Universitas California, Berkeley pada 1936. Di sinilah ia mulai serius melakukan penelitian bom atom atas dukungan militer AS.

Memimpin Proyek Rahasia Manhattan

Pada 1942, Oppenheimer dipilih memimpin proyek rahasia Manhattan di Los Alamos Laboratory untuk mengembangkan bom atom. Ia mengumpulkan ilmuwan terkemuka untuk bekerja di bawah tekanan ketat dan terisolasi selama Perang Dunia II.

Pada 16 Juli 1945, uji coba bom atom pertama berhasil dijalankan di Alamogordo, New Mexico. Ini adalah titik terang bagi proyek Manhattan setelah bertahun-tahun penelitian intensif.

Bom atom jenis baru ini kemudian dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki pada 1945, secara efektif mengakhiri Perang Dunia II dengan kemenangan Sekutu. Namun juga menimbulkan kehancuran dan korban jiwa tak terhitung.

Peran Kontroversial Dalam Sejarah

Meski dihargai karena kontribusinya dalam upaya perang melawan Nazi, peran Oppenheimer dalam bom atom tetap kontroversial dan dikritik banyak pihak. Ia dipandang turut bertanggung jawab atas akibat tragis penemuan tersebut.

Oppenheimer sendiri dilaporkan menyesali dampak bom atom dan mendukung penggunaan nuklir untuk tujuan damai. Ia berusaha mencegah perlombaan senjata nuklir antara AS dan Uni Soviet pada Perang Dingin.

Akibat pandangannya itu, Oppenheimer dicurigai komunis oleh pemerintah AS. Ia kehilangan akses rahasia pada 1954 dan dikucilkan dari program nuklir Amerika yang dulu dipimpinnya sendiri.

Meninggal di Usia 62 Tahun

J. Robert Oppenheimer meninggal pada 18 Februari 1967 di Princeton, New Jersey, dalam usia 62 tahun akibat kanker tenggorokan. Sampai akhir hayatnya, ia tetap bergelut dengan warisan kontroversial yang ditinggalkannya kepada dunia melalui penemuan bom atom.

Meski demikian, namanya terus hidup sebagai salah satu ilmuwan paling berpengaruh abad ke-20. Fisikawan teori dan pakar astrofisika Stephen Hawking pernah menyebut Oppenheimer sebagai "bapak bom atom".

Kisah hidup Oppenheimer dan kiprahnya dalam Proyek Manhattan telah diabadikan lewat buku biografi dan film docudrama. Ia akan selalu dikenang sebagai ilmuwan jenius sekaligus tragis karena dampak temuannya yang mengubah sejarah umat manusia.

Kontribusi Ilmiah J. Robert Oppenheimer

Di samping keterlibatannya dalam proyek bom atom Manhattan, J. Robert Oppenheimer juga dikenal atas kontribusi pentingnya untuk perkembangan ilmu fisika teori modern.

Bersama muridnya Robert Serber di Universitas California Berkeley, Oppenheimer melakukan penelitian mengenai tabrakan inti atom berenergi tinggi. Mereka menggunakan prinsip mekanika kuantum untuk menjelaskan interaksi subatomik.

Penelitian Oppenheimer tentang nukleosintesis, atau pembentukan inti atom baru dari inti lain, sangat berpengaruh bagi astrofisika. Ia bahkan mengemukakan teori lubang hitam pertama kali pada 1939, jauh sebelum istilah itu populer.

Pada 1929, Oppenheimer menulis sebuah makalah penting mengenai apa yang kemudian dikenal sebagai proses Oppenheimer-Phillips. Makalah tersebut menjelaskan de-excitation nucleus atom melalui peluruhan sinar gamma.

Oppenheimer juga dikreditkan atas sumbangsih besarnya terhadap teori medan kuantum relativistik. Bersama Max Born, ia mengembangkan penjelasan mengenai interaksi partikel subatomik pada level kuantum.

Bersama Hartland Snyder, Oppenheimer mempublikasikan karya terkenalnya berjudul “On Continued Gravitational Contraction” pada 1939. Makalah ini merupakan deskripsi ilmiah pertama tentang lubang hitam yang terbentuk akibat runtuhnya bintang raksasa.

Setelah Perang Dunia II, Oppenheimer menjabat sebagai direktur Institute for Advanced Study di Princeton, New Jersey. Ia mentransformasikan institut ini menjadi pusat penelitian ilmu alam dan teoretis terkemuka di Amerika Serikat.

Banyak ilmuwan generasi baru yang melanjutkan karya-karya penting Oppenheimer di bidang astrofisika, fisika kuantum, dan kosmologi. Dengan genius teorinya, ia telah meletakkan fondasi bagi pengembangan sains modern abad ke-20.

Demikian ulasan singkat mengenai profil dan kontribusi ilmiah J. Robert Oppenheimer, sang fisikawan jenius sekaligus kontroversial yang mengubah sejarah peradaban umat manusia.

Itulah profil singkat J. Robert Oppenheimer, sang arsitek utama di balik pengembangan senjata nuklir yang berdampak besar bagi dunia di era modern.

Posting Komentar untuk "J. Robert Oppenheimer - Bapak Bom Atom Pendiri Proyek Manhattan"